
Perum BULOG memproyeksikan mampu membukukan laba sekitar Rp1,14 triliun hingga akhir 2026 setelah memperoleh penyesuaian margin penugasan dan keringanan bunga pembiayaan operasional dari pemerintah.
Penyesuaian margin penugasan tersebut diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 tentang Komponen Biaya Pembentuk Harga Pembelian Cadangan Beras Pemerintah, Cadangan Jagung Pemerintah, dan Cadangan Kedelai Pemerintah.
Aturan yang ditetapkan pada 29 Juli 2026 itu mengatur mekanisme penghitungan nominal angka margin berdasarkan kuantum pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyesuaian margin tersebut membuat nominal margin BULOG meningkat dari sebelumnya sekitar Rp50 per kilogram menjadi sekitar Rp970 per kilogram.
“Margin BULOG yang dulunya sekitar Rp50 per kilogram sekarang menjadi 7 persen atau sekitar Rp970. Sehingga kalau diperhitungkan sampai akhir tahun, neraca keuangan BULOG diproyeksikan menjadi positif sekitar Rp1,14 triliun,” kata Rizal dalam acara Tasyakuran dan Doa Bersama Anak Yatim Piatu di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta, Senin (3/8).
Selain penyesuaian margin, pemerintah juga menurunkan bunga pembiayaan perbankan BULOG dari sebelumnya sekitar 7–8 persen menjadi 2–3 persen.Â
Menurut Rizal, kebijakan tersebut membuat BULOG mampu menghemat biaya pembayaran bunga lebih dari Rp1,07 triliun dalam setahun.
Dia mengatakan dukungan pemerintah tersebut menjadi fondasi penting bagi transformasi BULOG. Kondisi keuangan yang semakin sehat akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk memperkuat pengelolaan komoditas pangan.
BULOG juga akan meningkatkan biaya operasional pemeliharaan gudang hingga dua kali lipat. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kualitas beras yang disimpan agar tetap memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
“Harapan kami kualitas dari beras dan standarisasi beras tetap terjaga sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar Rizal.
Ke depan, BULOG berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.Â
Dukungan pemerintah yang semakin kuat diharapkan menjadi fondasi bagi BULOG untuk terus menjalankan penugasan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan demi mewujudkan swasembada pangan Indonesia.





























