Cargill meresmikan fasilitas refinery (pemurniaan) minyak sawit baru di Lampung untuk memperkuat kapasitas dalam menyediakan minyak sawit berkelanjutan bagi pelanggan di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Dengan nilai investasi sebesar US$200 juta atau setara dengan sekitar Rp3,313 triliun, fasilitas berteknologi modern ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan, pihaknya menyambut baik dipilihnya Lampung sebagai lokasi pembangunan refinery baru Cargill. Menurut dia, ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi Lampung sebagai daerah yang ramah investasi dan terus tumbuh di sektor industri.
“Investasi ini mendukung pengembangan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan. Kami mengapresiasi kemitraan dengan Cargill dan berharap dapat terus berkolaborasi untuk memperkuat peran Lampung dalam kemajuan Indonesia,” ujar dia.
Asia Pacific Group President Cargill Agriculture and Trading, Penne Kehl menjelaskan, investasi di refinery baru ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kemitraan dan komitmen perusahaan dalam produksi minyak sawit yang berkelanjutan.
“Ini menandai era baru kemitraan, seiring dengan upaya upaya untuk meningkatkan produksi produk kelapa sawit yang aman dan berkelanjutan, serta membangun rantai pasok yang tangguh dan berkontribusi terhadap sistem pangan global yang aman, bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar dia.
Dia menjelaskan, refinery di Lampung ini dirancang untuk dapat mengolah hingga 3.000 metrik ton minyak sawit per hari dan memiliki kapasitas untuk memurnikan satu juta metrik ton minyak sawit yang bersumber secara bertanggung jawab dan dapat ditelusuri setiap tahunnya.
Refinery ini juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah, peralatan hemat energi serta sistem pengelolaan air yang meminimalisir dampak operasional terhadap lingkungan dan juga masyarakat sekitar, sekaligus menjaga standar kualitas produk yang tinggi.
Managing Director, Bisnis Tropical Oil Cargill menambahkan, Azlan Adnan refinery ini memperkuat rantai pasok terintegrasi Cargill dari hulu ke hilir, dari perkebunan hingga pelanggan, untuk memastikan ketertelusuran dan keberlanjutan yang lebih baik.
“Refinery ini juga meningkatkan kapasitas kami untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat atas minyak sawit yang berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen kami terhadap komunitas di tempat kami beroperasi,” kata dia.
Cargill secara aktif juga mendukung pengembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program inisiatif, seperti Program Kesehatan Keluarga dan Kesadaran Lingkungan di Desa Srengsem, di mana Cargill membantu memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan gizi masyarakat, mendorong gaya hidup sehat di kalangan anak sekolah, serta mengembangkan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Menandai perjalanan Cargill yang ke-50 tahun di Indonesia, pencapaian ini tidak hanya sebagai perayaan keberhasilan bersama, tetapi juga menegaskan kembali dedikasi perusahaan untuk melayani pelanggan melalui inovasi, memberikan dukungan kepada Masyarakat sekitar, mempromosikan keberlanjutan serta mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.





























