Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Kaltim Pastikan Produksi dan Distribusi Tepat Sasaran

0
Pabrik Pupuk Kaltim memastikan produksi dan distribusi pupuk untuk mewujudkan swasembada pangan. Dok: Pupuk Kaltim

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus meneguhkan komitmen dalam mendukung pertumbuhan sektor pertanian nasional, menunju swasembada pangan sesuai asta cita Pemerintahan Presiden Prabowo dan Walik Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Prioritas utama yang saat ini dijalankan Pupuk Kaltim yakni menghadirkan pupuk berkualitas bagi petani di seluruh penjuru negeri, yang tidak hanya diwujudkan melalui keandalan produksi, tetapi juga tata kelola distribusi yang tepat sasaran, serta inisiatif pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan prinsip Environtment, Social and Governance (ESG). 

Bahkan hingga pertengahan 2025, Pupuk Kaltim berhasil mencatatkan kinerja positif pada sektor produksi. Hingga semester I, total produksi yang direalisasikan mencapai 3.508.761 ton atau setara 54,5 persen dari target tahun ini sebesar 6,43 juta ton. Dari jumlah tersebut, produksi urea tercatat 1.865.517 ton, NPK sebanyak 149.882 ton, serta amonia 1.493.362 ton. 

“Capaian ini menunjukkan kemampuan Pupuk Kaltim menjaga keberlanjutan pasokan pupuk di tengah tantangan industri, sekaligus memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian yang memadai,” ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, Selasa (26/8).

Diungkapkan Gusrizal, capaian yang telah melampaui separuh target tahunan di semester I menjadi modal optimisme bagi Pupuk Kaltim untuk menutup tahun 2025 dengan hasil sesuai proyeksi. Hal ini melihat kapasitas produksi yang andal, yakni 3,43 juta ton urea per tahun, 2,74 juta ton amonia per tahun, dan 300 ribu ton NPK per tahun. 

“Kami optimis target 6,43 juta ton mampu tercapai. Hal ini bentuk kontribusi nyata Pupuk Kaltim untuk mendukung target swasembada pangan nasional, yang menjadi salah satu agenda strategis Asta Cita Pemerintah,” jelas Gusrizal.

Selain produksi, distribusi pupuk subsidi juga menunjukkan capaian positif. Hingga semester I 2025, tercatat 500.484 ton pupuk subsidi telah disalurkan ke seluruh wilayah tanggung jawab Pupuk Kaltim. Rinciannya, 349.029 ton urea, 124.410 ton NPK, dan 27.045 ton NPK Formula Khusus. Seluruhnya disalurkan dengan pengawasan ketat, melalui koordinasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar benar-benar tepat sasaran.

“Komitmen Pupuk Kaltim adalah memastikan petani mendapatkan pupuk dengan kualitas terbaik, sesuai prinsip 6 Tepat (Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu, dan Mutu). Selain itu, kami juga menyiapkan pupuk non subsidi untuk petani yang tidak tercantum dalam E-RDKK, sehingga seluruh kebutuhan di lapangan tetap dapat terpenuhi,” lanjut Gusrizal.

Sementara terkait wilayah distribusi, Pupuk Kaltim bertanggungjawab untuk seluruh Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Melalui jaminan ketersediaan dan kelancaran distribusi di tiga kawasan tersebut, Pupuk Kaltim juga terus berupaya memperkuat daya dukung sektor pertanian agar produktivitas meningkat, sehingga cita-cita swasembada pangan dapat diwujudkan. 

Upaya ini turut diperkuat dengan serangkaian program pemberdayaan petani seperti MAKMUR dan Agrosolution, yang terintegrasi dengan ekosistem pertanian dan pembiayaan. Program ini tidak hanya mendorong produktivitas lahan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Sedangkan pada aspek sosial ekonomi, Pupuk Kaltim juga konsisten menerapkan pendekatan Community Development (Comdev) dan Creating Shared Value (CSV), yang mencakup pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas ekonomi lokal, hingga dukungan berkelanjutan bagi UMKM dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Selain itu Pupuk Kaltim juga aktif dalam pembangunan industri berbasis hilirisasi ramah lingkungan. Pembangunan pabrik soda ash dan amonium nitrat menjadi langkah nyata perusahaan dalam diversifikasi produk, sekaligus mendukung transformasi hijau melalui penerapan prinsip ESG. 

Berbagai inisiatif dekarbonisasi pun terus digalakkan, diantaranya pengembangan amonia hijau, community forest, pemanfaatan energi surya, hingga penggunaan kendaraan listrik. Dengan strategi tersebut, Pupuk Kaltim menargetkan pengurangan emisi 32 persen pada 2030, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) pemerintah di 2060.

“Bagi Pupuk Kaltim, pembangunan berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan swasembada pangan dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, kami mengintegrasikan aspek produksi, distribusi, sosial dan lingkungan dalam satu kesatuan strategi perusahaan,” papar Gusrizal.

Melalui serangkaian langkah strategis tersebut, Pupuk Kaltim menegaskan peran bukan hanya sebagai produsen pupuk terbesar di Indonesia, tetapi juga mitra utama pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. Hal ini pun didukung partisipasi aktif insan Pupuk Kaltim melalui Employee Volunteering Initiation (Evolution), yang mendorong keterlibatan karyawan dalam aksi sosial dan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh insan perusahaan bergerak bersama memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan kinerja yang berorientasi pada hasil, keberlanjutan serta kesejahteraan masyarakat. Langkah nyata inilah bentuk kontribusi Pupuk Kaltim terhadap pembangunan nasional, sesuai Asta Cita Pemerintah,” pungkas Gusrizal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini