
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi PT Syngenta Indonesia atas kontribusinya menghadirkan inovasi teknologi untuk mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas petani padi.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Tim Promosi Barang dan Jasa Industri Internasional Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional (ASPI) Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Seno Satrio Wibowo pada Rice Innovation Day di Syngenta R&D, Cikampek, Rabu (23/9).
“Secara khusus, kami mengapresiasi kontribusi nyata PT Syngenta Indonesia yang secara konsisten menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi para petani padi lokal kita,” kata Seno saat membacakan sambutan Direktur Jenderal KPAII Kemenperin.
Menurut Seno, Syngenta menghadirkan inovasi melalui pengembangan benih unggul, teknologi perlindungan tanaman berbasis sains modern, serta edukasi dan pendampingan lapangan bagi petani.
Ia mengatakan penerapan teknologi tersebut membantu petani meningkatkan efisiensi biaya, melindungi potensi hasil panen dari ancaman hama dan perubahan iklim, serta mendorong peningkatan pendapatan keluarga petani.
“Melalui pengembangan inovasi benih unggul, teknologi perlindungan tanaman berbasis sains modern, serta edukasi dan pendampingan lapangan yang intensif, Syngenta telah terbukti membantu petani meningkatkan efisiensi biaya,” ujarnya.
Seno menambahkan, adopsi teknologi modern, termasuk benih unggul, teknologi perlindungan tanaman yang presisi, hingga teknologi digital, menjadi penggerak dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara efisien dan berkelanjutan.
“Sinergi antara penyedia teknologi industri seperti Syngenta, pemerintah, dan petani adalah motor penggerak untuk mentransformasi sektor pertanian kita menuju skala manufaktur modern yang berdaya saing tinggi,” katanya.
Kemenperin berharap forum inovasi teknologi dalam Festival Padi Petani Maju 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan pengembangan teknologi di Syngenta dilakukan dengan mempertimbangkan tantangan yang dihadapi petani. Menurutnya, perubahan cuaca, perubahan iklim, serta pola serangan hama yang semakin dinamis membuat petani membutuhkan solusi yang relevan.
“Kita harus mempersiapkan masa depan pertanian, membangun bersama keterampilan, ketangguhan kita untuk menghadapi masa depan pertanian dan ini bisa kita capai melalui kolaborasi dan inovasi,” kata Eryanto.
Ia menjelaskan, Pusat Penelitian dan Pengembangan (CPD) Syngenta di Cikampek menjadi tempat untuk menguji dan membuktikan teknologi sebelum diterapkan kepada petani.
Menurut Eryanto, fasilitas yang telah dibangun sejak 1980-an tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Syngenta untuk berkolaborasi dengan pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan lainnya.
“CPD bagi saya dan bagi Syngenta juga adalah satu jembatan untuk menuju petani,” ujarnya.
Eryanto mengatakan CPD tidak hanya menjadi tempat Syngenta membawa teknologi kepada petani. Petani juga dapat menyampaikan langsung tantangan yang mereka hadapi, termasuk serangan penyakit dan hama serta kebutuhan terhadap solusi baru.
“Ketika petani menyampaikan tantangannya, serangan penyakit dan hama, petani menyampaikan kebutuhan mereka untuk solusi baru, kami mendengarkan,” katanya.
Ia menilai masukan dari petani menjadi salah satu sumber inspirasi bagi Syngenta dalam mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat langsung di lapangan.
Sebagai informasi, Rice Innovation Day yang mengangkat tema Facing the Future with Advance Technology, merupakan rangkaian Festival Padi Petani Maju 2026 yang digelar digelar selama 22-24 September 2026.





























