
International Livestock, Dairy, Meat Processing, and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2025 resmi digelar hari ini, 17–19 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.
Acara pembukaan dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, mewakili Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono yang semula dijadwalkan hadir.
“Wakil Menteri seharusnya membuka ILDEX, tapi karena dipanggil Presiden, saya ditugaskan untuk membuka acara The 7th ILDEX Indonesia 2025,” ujar Agung.
Agung menyebut ILDEX bukan hanya pameran dan promosi produk dan kemajuan teknologi di bidang peternakan dan kesehatan hewan, melainkan juga wadah bertemunya stakeholder peternakan baik dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan transaksi bisnis, kerja sama, dan transfer ilmu.
Di samping itu, lanjutnya, ajang ini juga bertujuan untuk membangun jejaring yang bermanfaat untuk Indonesia dengan mitra global sekaligus menunjukkan potensi dan kekuatan industri peternakan Indonesia kepada dunia.
“Oleh karena itu, melalui ILDEX yang ke-7 ini diharapkan dapat menjadi ajang pameran dalam percepatan organisasi usaha peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB).
Agung mencatat, pada tahun 2024, PDB subsektor peternakan mencapai Rp 349 triliun atau 12,54 persen dari total PDB sektor pertanian sebesar Rp 2.791 triliun.
“Sedangkan perkiraan nilai total produk peternakan yang dihasilkan antara lain daging ayam senilai Rp 144,8 triliun, telur ayam Rp192,5 triliun, daging sapi Rp77,68 triliun, dan susu segar Rp19,4 triliun,” ujarnya.
Tahun ini, ILDEX diikuti oleh 270 peserta dari 26 negara. Agung berharap kegiatan ini bisa membuka peluang kerja sama dan investasi baru, terutama di bidang peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
“Saya harapkan melalui ILDEX ini terjadi banyak business deal yang akan berdampak terhadap peningkatan PDB peternakan pada khususnya dan pertanian pada umumnya,” ungkapnya.
ILDEX Indonesia 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189.
“Jadi, ini juga dalam rangkaian acara itu dan tentu yang paling penting adalah kolaborasi sinergi, termasuk juga bagaimana mendorong investasi peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia ke depan yang lebih baik lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur PT Permata Kreasi Media, Fitri Nursantri P, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran ILDEX tahun ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
“Untuk pertama kalinya, ILDEX membuka sinergi lintas sektor dalam perkembangan industri peternakan, perikanan, dan pertanian sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” ujar Fitri.
Fitri meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar tidak hanya dalam meningkatkan produksi pangan, tetapi juga dalam memperkuat posisi strategis industri pertanian di kancah global.
“Kami yakin Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan pangan, namun juga bisa memperkuat posisi strategis industri pertanian,” imbuhnya.





























