
Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan lima program prioritas sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang fokus pada penciptaan lapangan kerja baru. Dari paket tersebut diharapkan bisa membuka sekitar 3,55 juta lapangan kerja baru.
Lima paket program penyerapan tenaga kerja itu telah diputuskan dalam rapat terbatas antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Â Airlangga Hartarto bersama dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/9).
“Kemudian yang tadi langsung dibahas Bapak Presiden adalah paket penyerapan tenga kerja program unggulan Bapak Presiden,” kata Airlangga seusai Ratas tersebut.
Program penyerapan tenaga kerja pertama, yang disampaikan Menko Airlangga adalah Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, yang per 14 September sebanyak 81.487 koperasi telah berbadan hukum.
Melalui pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan Merah Putih, pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 681.000 orang tahun ini, dengan total penyerapan mencapai 1.385.279 orang hingga Desember nanti.
Kedua, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Tahun ini, target 100 desa bisa menyerap sekitar 8.645 tenaga kerja, sedangkan target jangka panjang 4.000 titik KNMP dengan potensi penyerapan sampai 200.000 tenaga kerja.
Ketiga, melalui program revitalisasi tambak di Pantura dengan luas sekitar 20.000 hektare. Presiden Prabowo menargetkan program ini mampu menyerap hingga 168.000 tenaga kerja.
Keempat, program modernisasi kapal nelayan yang jumlahnya mencapai 1.000 unit. Dengan program ini, pemerintah menargetkan 200.000 lapangan kerja baru tercipta.
Modernisasi ini dilakukan untuk jenis kapal 30 GT sebanyak 1.000 unit KMNP. 150 HT untuk 200 unit, 200 GT sebanyak 200 unit, 300 GT 170 unit, 600 GT 10 unit, dan 2.000 GT untuk 2 unit bagi pelaku usaha eksisting BUMN/Jaladri.
Terakhir, melalui program perkebunan rakyat. Dengan program penanaman kembali seluas 870.000 hektare oleh Kementerian Pertanian (Kementan) ini, pemerintah menargetkan bisa membuka 1.600.000 lapangan kerja dalam 2 tahun.
Penanaman kembali untuk program perkebunan rakyat ini dikhususkan untuk komoditas tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala.




























