Pembangunan PKS tanpa Kebun Perlu Kajian Mendalam

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memberikan sambutan di acara pengukuhan DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2024.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyatakan, pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun perlu kajian yang mendalam.

Pernyataan ini disampaikan merespon usulan dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo), Gulat Manurung di acara pengukuhan DPP Apkasindo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (9/10).

“Merespons tadi sambutan Pak Ketum mengenai pembangunan PKS tanpa tebun, saya kira mungkin perlu dikaji. Kita tidak perlu emosional bahwa semua orang boleh punya pabrik,” kata Sudaryono.

Sudaryono mengungkapkan, jika semua pekebun diizinkan mendirikan PKS, hal ini bisa menjadi tidak ekonomis karena persaingan berlebihan di satu area justru akan menurunkan keuntungan.

“Bayangkan kalau semua pengusaha bebas mendirikan maskapai, lalu ada 30 maskapai berbeda yang melayani rute yang sama. Mereka akan saling bunuh, Pak,” ujar Sudaryono.

Sudaryono pun menyarankan Apkasindo agar belajar dari industri gula, di mana pabrik gula yang bertahan hingga saat ini adalah yang memiliki kebun sendiri. Ada banyak pabrik gula yang tidak punya mitra atau kebun, dan mereka akhirnya ditinggalkan. 

“Jadi, keinginan untuk mendirikan PKS tanpa kebun, bukan berarti saya tidak setuju, tapi hal itu perlu kajian yang mendalam,” pungkas Sudaryono.

Kajian tersebut perlu mempertimbangkan lokasi yang tepat, di mana kebun sawitnya luas dan belum ada pabrik.

“Silakan usulkan mana lokasi yang memiliki kebun luas dan tidak ada pabrik. Saya, sebagai Wakil Menteri Pertanian, bersama Pak Dirjen, siap membantu jenengan, siap membantu Anda semuanya,” pungkas Sudaryono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini