Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran, Amran Masuk Jajaran Menteri Terbaik Versi CELIOS

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan tanam padi bersama petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjadi menteri dengan skor tertinggi di antara anggota Kabinet Prabowo-Gibran yang masih menjabat dalam Rapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran versi Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Tokoh dari Sulawesi Selatan itu meraih skor 140 dalam survei terhadap 994 responden yang dirilis pada 12 Oktober 2026, menempati posisi kedua secara keseluruhan setelah Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya memperoleh skor 291 dalam pemeringkatan tersebut. Namun, ia telah digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan sejak 14 September 2026. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh skor 127.

Penilaian dari lembaga yang kerap mengkritik pemerintah ini hadir seiring capaian sektor pertanian. Presiden Prabowo mendeklarasikan swasembada beras pada 7 Januari 2026, sementara Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) September 2026 sebesar 131,11, angka tertinggi sepanjang pencatatan.

Apresiasi terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Amran juga disampaikan Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dalam Investor Daily Summit 2026 pada 7 Oktober. Dia menyebut program Kementerian Pertanian “sangat-sangat berhasil”.

Hashim menilai swasembada beras tercapai tiga tahun lebih cepat dari target 2029. Dia juga menyebut stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton berdasarkan informasi yang diterimanya dari Amran.

Dampak kebijakan pertanian juga dirasakan petani, terutama terkait harga gabah. Menurut laporan Kompas, harga gabah kering panen sepanjang Januari hingga Agustus 2026 bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, yakni pada kisaran Rp 6.700 hingga Rp 7.600 per kilogram.

Sudarso, petani di Madiun yang menggarap lahan seluas dua hektare, menyebut harga Rp6.500 per kilogram membuatnya memperoleh “uang lebihan setelah dipotong biaya produksi”. Sementara itu, Helmantina, petani di Pasaman, Sumatera Barat, mengaku senang bermitra dengan Perum Bulog karena hasil panennya memiliki pasar yang jelas.

Dari Indramayu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) H. Tatang pada awal 2026 juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Kementan, dan Perum Bulog atas perhatian terhadap harga gabah.

Dalam forum Indonesia Sustainability Forum sehari sebelumnya, Hashim turut menilai kebijakan kenaikan harga pembelian gabah dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram serta pemangkasan harga pupuk sebesar 20 persen berdampak pada taraf hidup petani. Menurut dia, taraf hidup petani Indonesia berada pada level tertinggi sejak 1980-an.

Apresiasi terhadap kinerja Amran juga datang dari Presiden Prabowo. Dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026, Prabowo mengapresiasi Amran dan jajaran Kementerian Pertanian atas capaian swasembada yang disebutnya “diakui oleh dunia”.

Pada pertemuan dengan jurnalis senior dan pakar di Hambalang pada 6 September 2026, Prabowo menyebut target swasembada yang semula direncanakan dalam empat tahun dapat dipercepat berkat tim pertanian yang dipimpin Amran.

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto dalam rapat kerja pada 1 September 2026 juga menyampaikan apresiasi atas swasembada delapan komoditas pangan strategis. Sementara itu, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri sebelumnya menyebut swasembada beras sebagai tonggak penting.

CELIOS menyusun pemeringkatan menggunakan positional scoring rule yang mengadaptasi sistem Borda Count. Skor dihitung dari akumulasi posisi pilihan responden terhadap nama-nama menteri, dengan memperhitungkan penilaian terbaik dan terburuk. Hasilnya menggambarkan persepsi responden yang mengikuti survei pada 2026.

Adapun NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Angka NTP sebesar 131,11 pada September 2026 menunjukkan daya tukar petani berada pada titik tertinggi sepanjang pencatatan.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini