Wamentan Puji Pertanian Era Jokowi

0
Presiden RI Joko Widodo menerima penghargaan Agricola Medal dari FAO yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil membawa pertanian Indonesia sebagai penopang ekonomi negara.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Dar ini, Indonesia telah mencapai swasembada pangan sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 2017, 2019, 2020, dan 2021 di bawah kepemimpinan Jokowi.

“Menurut saya pak Jokowi sangat luar biasa karena mampu melaksanakan program pertanian dengan baik. Beliau yang membawa perekonomian Indonesia tetap kokoh di saat negara lain cendrung stagnan, dan ini bukti keberhasilan program pertanian Indonesia,” ujar Mas Dar, dikutip dalam keterangan resminya.

Wamentan mengatakan, sepuluh tahun Presiden Jokowi memimpin, jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) meningkatkan dari waktu ke waktu. Pada tahun 2023, terdapat 28.419.398 rumah tangga, naik 8,74 persen dari tahun 2013 yang hanya 26.135.469 rumah tangga.

“Mungkin harus diingat juga bahwa selama 10 tahun Presiden memimpin, Indonesia banyak menghadapi krisis multidimensi. Termasuk covid 19 yang banyak menyedot tenaga kerja muda kita,” kata Mas Dar.

Wamentan menyebut bahwa penghargaan Agricola Medal yang diberikan kepada Jokowi merupakan apresiasi yang layak atas pengorbanan dan perjuangan besar jajaran pemerintah di era Jokowi.

Agricola Medal adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) PBB dalam bidang pangan dan pertanian global, yang telah dianugerahkan sejak tahun 1977.

“Ini bukan penganugrahan biasa, tapi penganugrahan luar biasa karena FAO adalah lembaga pangan dunia. Dan saya kira apa yang dilakukan presiden selama 10 tahun sungguh luar biasa,” kata Mas Dar.

Perlu diketahui, Jokowi mencatat prestasi serupa dengan Presiden Soeharto, yang membawa Indonesia swasembada beras pada 1984. Di era Jokowi, swasembada ini dianggap sempurna karena Indonesia tidak mengimpor beras medium dalam empat periode tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini