Bulog Usulkan Kenaikan Margin Fee untuk Dukung Beras Satu Harga

0
Beras bulog diturunkan dari truk.
Buruh memindahkan beras dari truk di gudang Beras Perum Bulog. Dok: Ist

Perum Bulog mengusulkan kenaikan margin fee untuk mendukung kebijakan beras satu harga dari Sabang hingga Merauke. Usulan tersebut dinilai penting guna memperkuat pelayanan Bulog sekaligus menutup biaya distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, rencana kenaikan margin fee Bulog telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan saat ini sedang diproses untuk dilanjutkan ke Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis).

Usulan kenaikan margin fee tersebut didasarkan pada berbagai capaian Bulog selama ini, termasuk kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional, sehingga pemerintah menilai Bulog layak mendapatkan apresiasi melalui penyesuaian margin fee.

“Apresiasinya margin fee-nya itu akan dinaikkan. Kenaikan margin fee ini sudah diajukan di Rakortas dan kemarin perintahnya untuk dilanjutkan dengan Rakornis,” kata dia saat Konferensi Pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Jumat (2/1).

Dia menjelaskan, kenaikan margin fee akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan Bulog kepada masyarakat, salah satunya melalui penerapan kebijakan beras satu harga secara nasional.

Rizal mencontohkan, saat ini harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih terbagi dalam tiga zona, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 3. Ke depan, Bulog menargetkan harga beras SPHP hanya satu zona, yaitu Zona 1, dengan harga Rp11.000 per kilogram di tingkat gudang.

“Harapannya nanti kalau sudah naik margin fee-nya, beras SPHP-nya itu nanti jadi satu zona. Hanya Zona 1. Yaitu di harga up gudang Rp 11.000 per kilogram,” ujar dia.

Menurut Rizal, kebijakan tersebut mengacu pada praktik Badan Usaha Milik Negera (BUMN) lain seperti PLN dan Pertamina yang mampu menerapkan satu harga secara nasional. 

“PLN dan Pertamina juga dapat margin fee 7 persen kalau enggak salah. Nah kami mengacu dengan margin fee dari saudara kami yaitu PLN dan Pertamina,” jelas Rizal.

Dengan kenaikan margin fee tersebut, Bulog akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk memberikan satu harga beras di seluruh Indonesia.

“Dengan catatan margin fee-nya harus naik dulu. Karena kalau enggak naik, enggak cukup ongkosin ke daerah-daerah itu kan transportasinya agak mahal,” imbuh dia.

Sebagai informasi, sejak 2012, margin fee Bulog hanya sebesar Rp 50 per kilogram. Kemudian sejak 2014 diusulkan untuk disesuaikan menjadi 10 persen dari kuantum biaya pengadaan setara beras.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini