DTSEN Jadi Basis Data Penyaluran Bantuan Beras

1
Tumpukan beras medium di warung.
Foto ilustrasi beras medium dan premium di ritel modern aman dimakan (Foto: Humas Bapanas)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) siap manfaatkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data penyaluran bantuan pangan beras. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan menghapuskan kemiskinan ekstrem.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyatakan bahwa pemanfaatan DTSEN akan memastikan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan, sehingga bantuan pangan beras dapat langsung menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kami menyadari bahwa masalah kemiskinan dan kemiskinan ekstrem sangat kompleks dan multidimensi. Oleh karena itu, Bapanas tidak hanya fokus pada penyediaan pangan, tetapi juga pada peningkatan aksesibilitas dan pemanfaatan pangan yang bergizi,” ujar Andriko dalam keterangan resminya dterima di Jakarta, Senin (17/3).

“Dengan memastikan ketepatan sasaran melalui pemanfaatan DTSEN, termasuk memperkuat program bantuan pangan beras sebagai perlindungan sosial adaptif,” sambung dia.

Andriko memastikan kelompok masyarakat yang rentan, yang terdata dalam DTSEN ada mendapatkan bantuan pangan yang cukup, beragam, bergizi seimbang, dan aman.

“Bapanas juga memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, pengentasan daerah rentan rawan pangan, serta untuk mendukung program-program bantuan pangan yang tepat sasaran,” ujar dia.

Andriko menambahkan, Bapanas menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, BUMN, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem,

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dari semua pihak, dan dengan pemanfaatan data DTSEN yang akurat, serta penguatan program bantuan pangan beras sebagai perlindungan sosial adaptif, kita dapat mencapai target pemerintah mengentaskan kemiskinan dan menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” imbuh dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, pembahasan rapat ini fokus pada pengentasan kemiskinan yang juga dalam rangka menyiapkan Instruksi Presiden terkait Penanggulangan Kemiskinan.

Dia menekankan aspek penting yang perlu diprioritaskan dalam penanggulangan kemiskinan adalah konsolidasi seluruh bentuk bantuan dan subsidi sehingga dalam penyalurannya tepat sasaran, efektif, dan efisien.

“Menunggu Inpres jalan, upaya pengentasan kemiskinan bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Dan tentu saja upaya penting yang mulia ini amat sangat membutuhkan kehadiran dan keseriusan semua kementerian/lembaga dalam menggunakan semua potensi dan kemampuan masing-masing kementerian/lembaga untuk bersinergi sehingga kita semua betul-betul efektif di dalam mengelola target-target pembangunan yang menjadi tanggung jawab kita masing-masing,” ujar Muhaimin.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini