Ekspor Pertanian Naik 43,62 Persen, Komoditas Perkebunan Jadi Penggerak Utama

0
kelapa bulat yang sudah dilepaskan dari serabutnya
Kelapa bulat yang siap untuk diekspor. Dok: Ist

Ekspor produk pertanian Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada periode Januari–Juli 2025, tumbuh 43,62 persen secara tahunan (CtC) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh peningkatan ekspor komoditas kopi, kelapa, dan buah pinang.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyampaikan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 2,60 persen dari total ekspor nonmigas nasional yang mencapai USD 152,20 miliar. Meskipun porsinya relatif kecil, sektor ini menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi dibanding sektor lain.

“Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi adalah kakao dan olahannya (HS 18) yang meroket hingga 108,39 persen; kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) naik 69,93 persen; serta aluminium dan barang daripadanya (HS 76) tumbuh 68,57 persen,” ujar Mendag Budi dalam keterangan resminya, Rabu (3/9).

Secara keseluruhan, total ekspor Indonesia pada Januari–Juli 2025 mencapai USD 160,16 miliar, tumbuh 8,03 persendibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 9,55 persen.

Sektor industri pengolahan masih mendominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi 84,19 persen, diikuti sektor pertambangan dan lainnya sebesar 13,21 persen, dan pertanian sebesar 2,60 persen.

Dari segi pasar, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas dengan nilai total USD 63,22 miliar atau sekitar 41,53 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Sementara itu, beberapa negara tujuan ekspor nonmigas dengan lonjakan pertumbuhan tertinggi secara kumulatif adalah Swiss (147,12 persen), Mesir (48,31 persen), Thailand (40,81 persen), Bangladesh (39,13 persen), dan Brasil (37,55 persen).

Berdasarkan kawasan, ekspor ke Asia Tengah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 81,22 persen, diikuti Afrika Barat (67,16 persen) dan Afrika Timur (53,42 persen).

Untuk periode Juli 2025, ekspor Indonesia mencapai USD 24,75 miliar, naik 5,60 persen dibandingkan Juni 2025 (MoM), dan tumbuh 9,86 persen dibanding Juli 2024 (YoY). Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 12,83 persen, meskipun ekspor migas turun 34,13 persen.

Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Juli 2025 adalah mesin dan peralatan mekanis (HS 84) naik 53,80 persen, kakao dan olahannya (HS 18) naik 37,87 persen, serta kayu dan barang dari kayu (HS 44) naik 29,11 persen.

“Peningkatan ekspor kakao dan olahannya didorong oleh permintaan global yang tinggi terhadap lemak kakao dan bubuk kakao,” terang Mendag Budi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini