Majalah HORTUS Archipelago Edisi 166 Juli 2026

0

PEMBACA sekalian,

Kabar menggembirakan datang dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui program pemberdayaan Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK), BPDP mengajak para pelaku usaha di Magelang, Jawa Tengah, untuk menangkap peluang ekonomi dari pengembangan produk turunan kelapa sawit.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, dalam sambutan virtual pada Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 bertema “Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK” yang diselenggarakan Majalah HORTUS Archipelago bekerja sama dengan BPDP di Magelang, Senin, 15 Juni 2026.

Selama ini kelapa sawit identik dengan hamparan perkebunan di Sumatera dan Kalimantan, serta produk minyak goreng yang digunakan masyarakat setiap hari. Padahal, di balik citra tersebut, komoditas strategis nasional ini menyimpan potensi ekonomi yang jauh lebih luas. Peluang usaha berbasis sawit tidak hanya terbuka bagi daerah penghasil, tetapi juga bagi wilayah yang tidak memiliki perkebunan sawit sekalipun.

Perkembangan sistem logistik dan rantai pasok nasional telah membuat akses terhadap bahan baku semakin mudah. Karena itu, daerah seperti Magelang pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan berbagai produk turunan sawit yang bernilai tambah.

“Ada potensi-potensi di kelapa sawit ini yang bisa diusahakan oleh UKMK-UKMK, termasuk di Magelang. Walaupun di Magelang tidak ada kelapa sawit, isu keberadaan bahan bakunya karena kita sudah terkoneksi menjadi tidak relevan,” ujar Helmi.

Pembaca yang kami banggakan,

Dinamika pemberdayaan UKMK melalui pengembangan produk turunan sawit itulah yang kami sajikan dalam Rubrik Liputan Khusus Majalah HORTUS Archipelago edisi Juli 2026.

Melalui workshop yang diikuti pelaku UKMK, akademisi, pegiat usaha, serta berbagai pemangku kepentingan daerah tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai ragam produk turunan sawit, strategi pengembangan usaha, hingga peluang pemasaran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah, pendapatan, dan daya saing usaha.

Sementara itu, pada Rubrik Laporan Utama, kami mengangkat tema Ikhtiar Terbaru Menteri Pertanian Mengejar Swasembada Gula. Pemerintah kini memfokuskan upaya pada program intensifikasi melalui bongkar ratoon—penggantian tanaman tebu tua dengan varietas unggul—seluas 275 ribu hektare hingga 2027 di berbagai sentra produksi tebu nasional.

Khusus pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan sebanyak 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare yang tersebar di 10 provinsi dan 74 kabupaten. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat perkebunan tebu rakyat, meningkatkan produktivitas, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional secara berkelanjutan.

Di saat yang sama, pembenahan sektor pergulaan juga terus dilakukan dari hulu hingga hilir agar sistem produksi gula nasional semakin efisien, berdaya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pembaca yang kami hormati,

Selain dua laporan utama tersebut, kami juga menghadirkan beragam sajian menarik dalam rubrik-rubrik lainnya yang mengulas perkembangan terkini sektor perkebunan, pertanian, industri, inovasi, hingga kisah-kisah inspiratif dari berbagai daerah.

Akhirnya, dari balik meja redaksi, kami mengucapkan selamat membaca. Semoga setiap artikel yang kami sajikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menginspirasi lahirnya gagasan dan kolaborasi baru bagi kemajuan sektor perkebunan dan pertanian Indonesia.

Salam hangat,

Redaksi Majalah HORTUS Archipelago

Download/Baca

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini