Mentan Amran Beberkan Capaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja perdananya di Kabupaten Merauke, Minggu, 3 November 2024. (Foto: Kementan/Majalah Hortus)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman membeberkan sejumlah capaian sektor pertanian selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian tersebut meliputi peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), penurunan harga pupuk, hingga kenaikan nilai ekspor pertanian.

Mentan Amran menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan awak media mengenai capaian Kementerian Pertanian (Kementan) selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran serta langkah yang akan dilakukan untuk memasuki tahun ketiga.

“Kita alhamdulillah Kementerian Pertanian pencapaian yang dicapai oleh teman-teman. Saya bagian kecil. Terima kasih saya ucapkan kepada petani seluruh Indonesia, peternak semua hortikultura perkebunan. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (19/10). 

Mentan Amran mengatakan, NTP selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 131. Dia menyebut angka tersebut sebagai tertinggi sepanjang sejarah.

NTP merupakan indikator yang digunakan untuk melihat daya tukar hasil usaha pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga petani maupun kebutuhan produksi.

“Capaian Kementan kesejahteraan dengan kesejahteraan petani kita lihat dari NTP itu 131 tertinggi sepanjang sejarah. Ini sesuatu yang baik bagi petani,” katanya.

Selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, harga pupuk juga turun sebesar 20 persen. Mentan Amran menyebut penurunan harga pupuk tersebut sebagai salah satu kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan petani.

“Karena kenapa? Harga pupuk turun 20 persen pertama dalam sejarah. Itulah kebijakan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Selain penurunan harga pupuk, Kementan juga kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram turut mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Selanjutnya, Mentan Amran mengatakan nilai ekspor sektor pertanian pada 2025 mencapai Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Ia menyebut kebijakan di sektor pertanian menghasilkan tambahan nilai sebesar Rp208 triliun.

“Ekspor kita naik 2025 itu 166 triliun, impor kita turun 41 triliun. 208 triliun tambahan nilai dengan kebijakan-kebijakan sektor pertanian,” kata Amran.

Ia juga menyatakan stok pangan pemerintah mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, capaian sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan swasembada, tetapi juga pembangunan ekosistem yang menghubungkan petani, peternak, dan penyerapan hasil produksi.

Salah satu skema yang dijelaskan Amran adalah menghubungkan petani jagung dengan peternak sebagai pembeli hasil produksi atau off-taker. Jika produksi berlebih, jagung dapat disalurkan melalui skema resi gudang dan Bulog.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini