
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengajak para peternak di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan momentum kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor peternakan, pangan, dan gizi sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Ajakan ini disampaikan Wamentan Sudaryono pada puncak peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 yang digelar di Area Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/9).
“Hari ini kita berdiri di sini. Pak Prabowo sudah satu tahun menjadi Presiden. Itu adalah hasil dari kesepakatan seluruh rakyat Indonesia yang memilih cara mengelola negara ini ala Presiden Prabowo Subianto,” ujar Wamentan Sudaryono.
Wamentan Sudaryono, menambahkan bahwa arah kepemimpinan Presiden Prabowo menempatkan sektor pangan secara menyeluruh, mulai dari pertanian, peternakan, hingga gizi, sebagai fondasi utama dalam mengelola negara.
“Maka kesempatan lima tahun ke depan Pak Presiden Prabowo menempatkan sektor pertanian ini sebagai prioritas utama, saya mengundang semua, jangan ragu-ragu, jangan punya banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu,” ujarnya.
Ia mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini membuka peluang besar bagi para peternak. Sebab, program ini tidak hanya menitikberatkan pada sayur, karbohidrat, tetapi juga protein yang berasal dari sektor peternakan.
“Jadi, ini yang disebut emerging market,” ujar Wamentan Sudaryono.
Ia yakin bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi para peternak untuk segera mengembangkan usahanya.”Jadi, saya yakin sekaranglah waktunya. Kalau Anda ingin tambah domba sekarang, mau tambah sapi, ayam, atau telur, ya sekarang. Sebelum dipenuhi orang lain,” ujarnya.
Mas Dar, sapaan Sudaryono, juga mengingatkan agar para peternak segera melaporkan jika produk peternakan mereka, seperti susu, telur, daging, atau hasil ternak lainnya, tidak terserap oleh program MBG.
“Kalau susunya tidak diserap oleh MBG, laporkan kepada saya. Langsung kita tegur, dan harus diserap sesuai kebijakan yang berlaku,” ujarnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda mengatakan, Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diperingati tiap 26 Agustus adalah momentum penting untuk mengingatkan peran besar peternakan dalam ketahanan pangan dan kesejahteraan bangsa.
“Kegiatan puncak Bulan Bakti tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten Bogor, serta asosiasi dan pelaku usaha peternakan. Kabupaten Bogor dipilih karena dukungan kuat dari Bupati terhadap peternakan,” ujarnya.
Tema tahun ini, :Ternak Sehat Peternak Sejahtera Indonesia Maju,” menekankan pentingnya kesehatan ternak sebagai kunci penyediaan pangan bergizi dan kesejahteraan peternak sebagai penggerak ekonomi nasional.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain vaksinasi dan pengobatan ternak gratis, pasar tani murah, seminar, gerakan makan daging ayam, telur, dan susu, serta partisipasi dalam pameran internasional ILDEX (International Livestock, Dairy, and Meat Expo).
Kegiatan puncak meliputi senam jantung sehat, kontes kambing, domba, dan sapi, kampanye konsumsi produk peternakan, serta expo yang diikuti 39 perusahaan dan 62 UMKM.
“Semua ini bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat, mendorong semangat peternak, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap produk peternakan dalam negeri,” tambahnya.
kemudian juga kontes sapi diikuti oleh 112 sapi oleh 40 peternak, kemudian kampanye makan daging ayam, telur dan susu dan juga tadi ikan, kemudian pelepasan rumput galur ternak, dan juga nanti ada hiburan seni ketangkasan domba garut dan juga pada hari ini diikuti oleh 39 perusahaan mitra peternakan dan 62 UMKM di Kabupaten Bogor.
Semua kegiatan ini ditujukan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, mendorong semangat para peternak dan petugas teknis, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk peternakan dalam negeri.





























