Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengingatkan pengecer dan distributor agar tidak mempermainkan jual beli pupuk yang telah disubsidi pemerintah.
Jika terbukti curang atau mempersulit petani, Mentan Amran mengatakan, tidak segan-segan untuk mencabut izin usaha mereka, bahkan menggiringnya pada proses hukum pidana.
“Kalau ada yang mempersulit saya cabut izinnya. Sekali lagi, kalau ada pengecer yang macam-macam saya ikuti di belakangnya. Semua distributor yang memainkan nasib petani saya akan cabut,” kata dia saat menghadiri kegiatan temu pekebun di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/2).
Ketua Umum IKA Unhas itu juga mengancam para pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang tidak serius mengawasi jalanya pendistribusian pupuk subsidi di seluruh Indonesia.
Ancaman tersebut bukan sekedar ancaman biasa. Sebab, saat menjabat sebagai menteri pertanian era kabinet kerja yang dipimpin Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, dia telah mencopot 1.500 orang dan memasukan penjara sebanyak 700 orang.
“Kalau bapak gagal mengawasi distributor dan memainkan petani, jabatan Bapak taruhannya. Bapak ibu dengar baik-baik, waktu saya ditakdirkan mentri 5 tahun, ada 1500 yang aku copot dan ada 700 yang aku kirim ke penjara. Sekarang sudah ditambah oleh bapak presiden masa kita mau main-main,” katanya.
Dikatakan Mentan Amran, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Karena itu, tambahan anggaran pupuk subsidi yang telah disetujui Presiden Jokowi sebesar Rp 14 triliun tahun ini ditujukan untuk mendongkrak produksi nasional.
Menurut Mentan Amran, sektor pertanian paling dasar dalam memperkokoh ketahanan negara. Tanpa makanan, negara akan mengarah pada konflik dan kehancuran. Maka dari itu, dia berharap semua pihak terlibat langsung pada jalanya pembangunan pertanian nasional.
“Ingat, pangan itu identik dengan ketahanan negara, jadi kalau pangan bermasalah negara bermasalah. Kalau krisis pangan di Indonesia tidak bisa ditangani dengan baik, maka yang terjadi adalah negara kelaparan. Kita harus antisipasi karena sekarang ada 44 negara yang terancam kelaparan, katanya.





























