Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Jamaluddin Jompa mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiaman dalam mengakselerasi mewujudkan swasembada pangan.
Dia menilai langkah-langkah Mentan Amran tersebut sebagai solusi nyata mengingat kondisi dunia, khususnya Indonesia tengah menghadapi masa krusial yakni ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim ekstrem.
“Mewakili civitas akademika Unhas mengapresiasi upaya Mentan Amran dalam mengakselerasi mewujudkan swasembada pangan,” ucap Jamaluddin Jompa di Kampus Unhas, Makassar, Rabu (21/2).
Jamaluddin mengatakan, sebelum melewati bonus demografi, Indonesia harus menjadi negara maju. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa memanfaatkan keunggulan komparatif dengan kemampuan kesuburan lahan.
“Di tangan beliau (Mentan Amran) harapan kita. Kalau pertanian gagal, kita pasti gagal. Ketahanan pertanian harus tercapai. Indonesia sejahtera harga mati!,” tutur Jamaluddin.
Menurut dia, ketahanan pangan merupakan kunci dari kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ketahanan pangan dapat diraih dengan adanya perkembangan teknologi hulu dan hilir, serta adanya regenerasi pekerja di sektor pertanian.
“Harapannya kepada civitas akademika dan mahasiswa Unhas agar bisa turut ambil bagian dalam perkembangan pertanian. Kita akan jalin terus kerja sama pengembangan inovasi, sains, dan teknologi,” ucap dia.
Jamaluddin menilai langkah Mentan Amran melibatkan dosen dan peneliti di Unhas dalam mendorong percepatan produksi dan kemajuan pertanian sangat tepat. Sebab, Unhas telah mencetak banyak penemu yang menghasilkan produk-produk dari hasil riset.
Sebagai perguruan tinggi, sambung Jamaluddin, Unhas memiliki peran strategis dalam menciptakan kapasitas intelektual yang diperlukan untuk mengelola kompleksitas sistem pangan dan pertanian.
“Pak Mentan Amran tertarik untuk terlibat membantu peneliti-peneliti Unhas untuk mengelola produk hasil riset agar dapat mencapai pasar yang lebih luas,” ucap dia.
Jamaluddin mengatakan, kolaborasi antara universitas dan pemerintah dalam konteks pertanian dapat mempercepat pengembangan teknologi pertanian yang inovatif.
Melalui program penelitian yang berorientasi pada aplikasi dan keterlibatan aktif dalam penyusunan kebijakan pertanian, Unhas dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi sektor pertanian.
“Unhas memiliki sekitar 80 lebih produk inovasi. Melalui penelitian interdisipliner, universitas dapat mengembangkan solusi inovatif untuk menanggulangi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi dalam sektor pertanian,” imbuh dia.






























